5 Kesalahan Yang Membuat Artikel Tidak Muncul Di Google

Sebagai seorang blogger, sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi blog. Terutama dengan konten – konten di dalamnya, seperti artikel. Sangat besar kemungkinan ketika kamu menuliskan sebuah keyword yang berhubungan dengan artikelmu, namun ternyata tidak bisa terdeteksi oleh Google. Tentu saja hal ini akan membuatmu sangat kesal, pasalnya membuat sebuah artikel tidaklah mudah karena membutuhkan waktu dan proses yang lama.

Jika kamu tidak mengatasi masalah ini secepatnya maka kamu akan kehilangan kesempatan besar untuk mendapatkan traffic yang tinggi, mengingat banyaknya orang yang menggunakan Google untuk mencari informasi. Kamu perlu mengetahui kesalahan yang sering menjadi penyebab artikel tidak muncul di artikel.

Nah, pada pembahasan kali ini kita akan berfokus pada 5 kesalahan yang membuat artikel tidak muncul di Google. Di sini juga akan dibahas solusi untuk mengatasinya sehingga kamu bisa mengoptimalisasi artikel beserta websitenya.  Simak pembahasannya sampai habis ya.

  1. Kesalahan konfigurasi website

Jika kamu memiliki sebuah blog di Wordress, ada sebuah konfigurasi penting yang wajib kamu ketahui. Konfigurasi ini memiliki tugas untuk mengatur kemunculan website di mesin pencarian Google. Biasanya konfigurasi ini sering dihidupkan ketika website masih dalam tahap pengerjaan (belum final) sehingga Google belum bisa mendeteksinya.

Namun di beberapa kejadian, tidak sedikit websIte dari WordPress yang tidak bisa di idetifikasi Google, padahal website sudah siap untuk launching. Ada kemungkinan jika konfigurasi ini masih diaktifkan sehingga Google mengalami kesulitan ketika hendak di crawling.

Untuk mengatasi hal ini cukup mudah, kamu bisa menonaktifkannya dengan masuk ke dashboard utama WordPress. Selanjutnya kamu bisa memilihmenu Setting lalu pilih Reading. Setelah itu, kamu bisa mengosongkan ceklist pada “Seacrg Engine Visibility“.

  1. Artikel hasil dari copy paste

Perlu kamu ketahui, Google tidak pernah meloloskan konten artikel yang merupakan hasil curian dari artikel lainnya. Entah itu copy paste sebuah artikel lain lalu mem-publish di website milikmu sendiri, atau pun kamu menduplikat seluruh artikel dalam satu website lalu di publish di wesbite milikmu. Sudah bisa dipastikan jika artikel tesebut tidak akan lolos dari identifikasi Google.

Untuk mengatasi kesalahan ini, kamu perlu membuat artikel yang didasarkan pada pemikiranmu sendiri. Kamu boleh menjadikan artikel lain sebagai referensi utama, namun kamu juga tidak boleh copy paste semuanya. Buatlah artikel dengan narasi dan gaya bahasamu sendiri. Hal ini lebih disukai Google karena artikelmu akan terdeteksi keasliannya dan peluang masuk ke mesin Google semakin besar.

Cara lain untuk mendeteksi apakah artikelmu asli atau bukan copy paste dari artikel orang lain juga bisa dilakukan secara online melalui berbagai website checking plagiarism. Kamu cukup mengcopy seluruh artikel lalu dipaste di website tersebut. jika hasilnya 100% unik, kamu bisa langsung publish tanpa takut diindex oleh Google.

  1. Penggunaan keyword yang tidak wajar

Penggunaan keyword di dalam artikel memang sangat dianjurkan, supaya artikel tersebut bisa lebih mudah ditemukan di mesin pencarian Google. Namun adakalanya Google juga memblacklist suatu artikel jika terbukti mengandung keyword yang berlebihan.

Selain itu, penggunaan keyword juga harus memperhatikan kaidah SEO yang masih berlaku.  Kamu tidak boleh memakai satu jenis keyword lalu disisipkan secara berulang – ulang di dalam artikel. Akan lebih baik jika kamu mencoba untuk membuat variasi keyword.

Misalnya keyword utama adalah “resep soto betawi“. Kamu bisa mengembangkannya menjadi keyword baru yaitu “resep soto betawi enak“ atau “resep soti betawi sederhana dan simpel“.

  1. Adanya cloaking di artikel

Tidak menutup kemungkinan jika artikelmu terkena serangan hacker. Kasusnya sering berupa pengalihan alamat website ke alamat website atau situs lain. Hal ini dikenal dengan cloaking.

Sebagai contoh, misalnya kamu ingin membuka link artikel tentang resep makanan sesuai hasil pencarian di Google. Ketika kamu memilih alamat URL tersebut, kamu tidak masuk ke dalam artikel resep makanan, justru akan masuk ke situs lain seperti situs pornogarfi, perjudian, situs jual beli online, hingga iklan game.

Hal ini sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab bukan tanpa tujuan. Ini merupakan trik sederhana untuk meningkatkan jumlah traffic kunjungan ke situs lain yang diinginkan. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mencoba Google Search Console untuk mengetahui page artikel yang bermasalah. Dengan cara ini kamu bisa segera mengatasi bug yang terjadi, sehingga artikelmu bisa normal kembali dan mudah untuk ditemukan.

  1. Link yang digunakan mencurigakan

Tidak hanya dari segi konten artikel saja yang menyebabkan suatu artikel mengalami kegagalan identfikasi  Google, namun juga link dari artikel tersebut. Penggunaan link artikel sebagai rujukan utama artikel lain, bisa membuat artikelmu memiliki backlink yang bagus. Hal ini bisa menyebakan artikelmu lebih mudah ditemukan di mesin Google.

Namun perlu kamu ingat, link tersebut juga harus terlihat normal dan tidak berlebihan. Kamu juga harus memilah website mana saja yang memberikan backlink tersebut, apakah website tersebut memiliki reputasi yang baik atau buruk. Jika website tersebut memiliki reputasi yang buruk maka bisa menyebabkan peringkat artikelmu menjadi turun dan sulit ditemukan di google. Untuk memilah website – website ini, kamu bisa memanfaatkan salah satu tools Google yaitu Google Search Console untuk mengidentifikasi kualitas suatu website.

Sekian pembahasan tentang 5 kesalahan yang membuat artikel tidak muncul di Google. Selamat mencoba dan teruslah berkarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About Us

JagoArtikel.com jasa penulis artikel SEO, jasa penulis review, rewrite artikel, Press release, Sales latter, jasa penulisan konten web, jasa posting blog, jasa penerjemah.

© 2021 JagoArtikel.com. All rights reserved