Apa Itu Story Telling?

Apa Itu Story Telling?

Anda tentu tidak asing dengan istilah story telling yang apabila diartikan dalam Bahasa Indonesia merupakan mendongeng atau bercerita. Story telling erat kaitannya dengan menceritakan sebuah dongeng atau kisah. Namun bagaimana jika istilah story telling ini dimasukkan dalam dunia marketing? Apakah maknanya berbeda?. Baik, mari simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Story Telling

Kata mendongeng tentu sudah banyak yang mengetahui. Story telling kerap disamakan dengan aktivitas mendongeng atau bercerita. Jika kamu adalah seorang yang mengikuti dunia marketing maka kamu wajib tahu story telling untuk bisa meningkatkan literasimu.

Menurut American Dictionary, Story telling diartikan sebagai seni dalam bercerita. Dikarenakan istilah mendongeng atau story telling itu sangat luas dan sering digunakan dalam banyak hal, maka National Storytelling Network menyederhanakan definisinya sebagai seni interaktif dengan menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkan elemen dan deskripsi sambil mendorong imajinasi pendengar atau pembaca. Sementara itu, dilansir dari Cleverism dalam dunia marketing, story telling merupakan proses menciptakan hubungan dengan pelanggan terlebih dahulu, kemudian yang kedua adalah menjual produk atau jasa.

Dikarenakan story telling adalah proses menjalin hubungan dengan pendengar atau pembaca, maka metode pemasaran yang satu ini cukup bertentangan dengan kebanyakan konsep periklanan. Melalui tulisan yang terampil, sebuah cerita tentunya tidak hanya sekedar menghubungakan antara story teller dengan pelanggan atau pembaca, melainkan juga bisa menjadikan bisnis Anda sebagai sumber terpercaya untuk mereka.

Apabila dilakukan dengan benar dan kreatif, pelanggan-pelanggan potensial pun akan tertarik secara emosional dengan cerita yang Anda sampaikan dan mereka menganggap cerita Anda adalah sebuah fakta menarik. Walaupun muingkin sebagian pelanggan akan menyadari bahwa cerita tersebut pada akhirnya bertujuan untuk menjual produk atau jasa, setidaknya mereka masih akan cenderung membeli berdasarkan hubungan emosional yang Anda ciptakan dengan mereka.

Peranan yang lebih spesifik adalah jika Anda seorang copywriter di salah satu perusahaan, kemudian berusaha untuk menjelaskan produk yang perusahaan tawarkan, maka story telling hadir sebagai “pahlawan” bagi Anda. Ya, story telling akan memberikan asupan terbaik dari penjelasanmu agar bisa menciptakan peluang hubungan antara Anda (Copywriter) dengan pelanggan. Dari sini jelas bahwa Anda akan menerima potensi-potensi penjualan produk atau jasa lebih banyak dan tentu berkualitas.

Pentingnya Story Telling

Dirangkum dari Forbes, ada beberapa alasan pentingnya story telling untuk kamu terapkan ketika melakukan proses marketing.

  1. Story telling mampu mengembangkan hubungan lebih dalam antara penjual dengan pelanggan

Dari catatan sejarah menyampaikan bahwa bercerita merupakan metode yang digunakan manusia gua untuk berkomunikasi, mendidik, berbagi, dan saling terhubung. Dengan mengomunikasikan merek melalui cerita, marketer bisa meningkatkan makna merek jual tersebut sesuai dengan kehidupan pelanggan.

  1. Story telling merupakan metode ampuh untuk belajar

Sebagai penjual yang handal, tentu Anda tak ingin ketinggalan berbagai cara untuk meraih tujuan pekerjaan Anda bukan?. Nah, salah satu hal unik dari story telling adalah ini mampu menyebarkan pengetahuan dan makna melalui cerita. Bercerita dapat menjadi alat ampuh untuk penjual memahami apa yang saat ini terjad di pasar dan apa artinya bagi pelanggan, konsumen, masyarakat, merek jual, dan perusahaan itu sendiri.

  1. Story telling merupakan alat taktis penting di dunia yang semakin terfragmentasi ini

Selain menjadi alat pemasaran yang strategis, story telling juga bisa menjadi alat taktis yang memungkinkan penjual melibatkan pelanggan dalam dunia yang semakin terfragmentasi ini. Konsumen akan berusaha mencari pengalaman yang berbeda, sehingga Anda perlu melakukan penyampaian cerita dengan berbeda jua. Story telling tidak hanya pendekatan yang kreatif untuk pemasaran, namun ini juga memberikan konsumen jalan masuk menuju merek yang berbeda pula.

Elemen Story Telling

Penjual yang hebat adalalah yang tahu bagaimana menceritakan sebuah cerita dimana produk atau jasa merupakan pahlawannya.  Story telling yang efektif biasanya berusaha menggunakan narasai emosional tentang visi misi perusahaan untuk menarik pelanggan, investor, dan mitra yang mereka tuju. Berikut ini beberapa elemen yang harus Anda tahu dalam menyampaikan cerita.

  1. Personalisasi

Umumnya, orang akan sukan membayangkan dirinya sendiri dalam cerita. Jadi, Anda bisa mempersonalisasi cerita tersebut, alih-alih membuat cerita abstrak. Saat personalisasi cerita tersebut bisa Anda samapakan dengan bagus, maka empati pelanggan pun bisa bangkit karena mereka merasa terlibat dalam narasi Anda.

  1. Emosi

Story telling bisa membantu Anda membangkitkan reaksi emosional dari pelanggan, bisa kebahagiaan, humor, bahkan ketakutan. Melalui cerita yang bagus, pelanggan akan terdorong untuk mengambil tindakan.

  1. Data pendukung

Sebuah kepercayaan bisa terbangun apabila Anda mampu menyampaikan cerita disertai dengan data-data pendukung. Anda bisa memasukkan hasil penelitian dan data-data kredibel dalam cerita akan menarik pelanggan berpikiran rasional dan mampu meyakinkan mereka untuk membeli produk atau jasa Anda.

Satu contoh yang menunjukkan adanya teknik story telling yang digunakan dalam marketing adalah kampanye Augmented Reality (AR) inovatif oleh Coca Cola. Pelanggan bisa mengarahkan kamera mereka pada sekaleng Coca Cola dan melihat salah satu dari 12 cerita menjiad hidup. Setiap cerita menampilkan konflik kecil dengan tambahan karakter animasi terlibat dalam pertukaran ringan di dalamnya.

Cerita lain dalam story telling Coca Cola ini menunjukkan beberapa anak yang bola pantainya dikempiskan oleh payung pantai, sementara scene lain menunjukkan pasangan muda di sebuah bioskop yang merasa takut dan menjatuhkan popcorn mereka. Dengan melihat iklan yang disampaikan melalui story telling ini, pelanggan  merasa ada hubungan emosional terhadap Coca Cola.

Itu dia penjelasan mengenai story telling untuk kepentingan marketing yang bisa Anda terapkan. Persaingan pasar saat ini semakin ketat, maka Anda perlu mengasah kemampuan marketing Anda jika tak ingin usaha Anda gulung tikar. Melalui story telling Anda bisa semakin terdepan dalam menjual produk maupun jasa Anda. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2022 JagoArtikel.com | All rights reserved.