Contoh Artikel Parenting: Tips Bersabar Orang Jadi Guru Bagi Anak Saat WFH (Work From Home)

Contoh Artikel Parenting: Tips Bersabar Orang Jadi Guru Bagi Anak Saat WFH (Work From Home)

Pada situasi pandemik Corona mengharuskan sebagian orangtua harus bisa jadi guru saat WFH (Work From Home). Orangtua yang biasanya akan bertemu anak dalam waktu bebeapa jam saja sekarang bisa bersama anak 24 jam. Tantangan yang haru dihadapi oleh orangtua adalah bagaimana agar bisa menjadi guru yang sabar dan menyenangkan untuk anak karena anak tetap harus menjalani kegiatan pembelajarannya.

Situasi yang luar biasa ini memang membuat banyak orangtua justru menjadi ekstra tenaga karena perannya menjadi full, sebagai ibu atau ayah juga sebagai guru yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan kegiatan pembelajaran anak secara online. Walaupun dilakukan secara online akan tetapi pengawasan harus dilakukan oleh orangtua agar pembelajaran dapat diterima dan dipahami oleh anak dengan maksimal.

Tips Jitu Mendidik Anak Di Rumah

Sistem mendidik orangtua di rumah  tentunya akan sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh guru di sekolah. Pada sebagain orangtua yang sedang menjalani WFH tentunya menjadi guru di rumah merupakan sebuah tantangan. Jangan panik ya, ada tips jitu agar Anda  dapat menjadi guru yang menyenangkan buah hati!

  1. Selalu Tersenyum

Pastinya Anda akan bertatap muka dengan anak selama 24 jam penuh. Walaupun kondisi Anda sedang lelah karena direpotkan dengan pekerjaan rumah tangga, saat Anda harus menjadi guru bagi anak jangan pernah untuk tidak tersenyum. Saat Anda tersenyum anak pasti akan merasa lebih tenang dan damai dalam menerima materi pembelajaran. Senyum Anda justru akan membuat anak menjadi cepat menerima materi pembelajaran tanpa harus ada kata-kata bernada tinggi keluar dari mulut Anda.

  1. Kaya Inovasi

Hilangkan keraguan dai anak bahwa orangtuanya tidak bisa menjadi guru karena tidak kreatif seperti guru di sekolah mereka. Anda bisa memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan cara Anda sendiri. Misalkan Anda bisa menggunakan gadget saat memberikan materi pembelajaran tentunya akan lebih menyenangkan bagi anak dan pastinya anak tidak akan banyak membantah.

  1. Menjadi Sahabatnya 

Menjadi guru untuk anak sendiri  tidak harus kaku serta tegang karena hanya akan memperlihatkan Anda tidak sabar menghadapi mereka. Tentunya hal ini hanya akan membuat anak menjadi tidak nyaman saat belajar dengan Anda. Anak pastinya akan membandingkan Anda dengan gurunya di sekolah. Jadi, sedapat mungkin Anda harus sekaligus dapat menjadi sahabat untuk anak Anda.

  1. Jangan Gampang Menyalahkan

Terlalu sering mengeluarkan kata-kata yang menyalahkan anak hanya akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak sabar mengajarkan dan menghadapi mereka. Mungkin Anda memang sangat memahami materi pembelajaran tersebut tetapi ingatlah bahwa anak belum tentu mengerti tentang materi tersebut karena sedang dalam proses pembelajaran. Jika anak belum paham setelah dijelaskan jangan langsung mengeluarkan kata-kata yang menyalahkan mereka, justru mereka sedang dalam tahap belajar jadi wajar jika mereka belum memahami materi tersebut.

  1. Tidak Membandingkan

Jadi guru saat WFH memang akan menguji kesabaran orangtua. Saat-saat seperti ini justru orangtua harus berhati-hati dalam berkata dan bersikap, apalgi bagi orangtua yang sebelumnya hanya bertemu dengan anak beberapa jam saja per harinya. Karena ketidak sabaran terkadang tanpa disadari orangtua mengeluarkan kalimat yang membandingkan anak dengan anak lain, misalnya dibandingkan dengan anak teman sekantornya. Membandingkan ini hanya akan selain menyakiti perasaan anak dan membuat anak merasa bahwa oangtuanya bukanlah seorang yang penyabar.

  1. Menjadi Pendengar

Jadikan anak merasa bahwa belajar dengan orangtuanya pasti akan lebih menyenangkan karena merasa mempunyai guru pribadi. Sebagai guru pribadi tentunya anak akan merasa bebas untuk mengutarakan pendapatnya karena jika di kelas tentunya guru adalah milik bersama. Ciptakanlah suasana yang membuat anak dapat berbicara bebas mengenai pendapatnya. Jangan terburu-buru dibantah walaupun hal yang diungkapkannya salah. Jadilah pendengar yang baik untuk anak sendiri. Setelah dirasa anak sudah puas mengeluarkan pendapatnya baru Anda bisa memberikan tanggapan.

  1. Belajar Tidak Harus Di Dalam

Bukan berarti saat PSBB ini Anda tidak boleh keluar rumah sama sekali. Sesekali mengganti suasana belajar dari dalam rumah ke halaman belakang rumah sah-sah saja kok. Memindahkan lokasi belajar dapat memberikan penyegaran buat anak dan akan merasa menyenangkan belajar di rumah karena tidak terkungkung hanya di dalam ruangan saja. Pergantian lokasi belajar walaupun masih dalam lingkup rumah akan membuat anak lebih cepat menangkap materi pembelajarannya dan tentunya meringankan Anda!

Mendidik anak di rumah saat WFH memang akan terasa seperti mempunyai tugas tambahan pada orangtua. Akan tetapi, justru tanpa Anda sadari hal ini justru dapat melatih kesabaran Anda sebagai individu dan orangtua dimana ada tugas yang awalnya dilakukan oleh orang lain terpaksa harus Anda yang melakukannya. Jangan lupa, justru ikatan batin Anda dengan anak akan lebih erat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai kak, Klik salah satu CS kami dibawah! kami akan merespon anda secepat mungkin

Chat Kami Sekarang