Kehabisan Ide Saat Menulis? Mungkin 7 Trik Ini Bisa Mengantisipasinya

Kehabisan Ide Saat Menulis? Mungkin 7 Trik Ini Bisa Mengantisipasinya

Salah satu ketakutan yang tidak ingin dialami oleh penulis yaitu kehabisan ide saat menulis. Hal ini bisa menjadi penghambat proses menyelesaikan naskah yang sedang dikerjakan, entah itu naskah cerita ataupun karya tulis ilmiah. Sayangnya, kita tidak bisa menerka kapan hal ini terjadi, atau sepenuhnya menghindari hal tersebut. Namun tak perlu khawatir, kita bisa mengantisipasi saat kehabisan ide dengan trik-trik berikut ini.

1) catat selalu idemu

Seorang penulis biasanya memiliki catatan khusus yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Baik berupa catatan fisik menggunakan notes kecil yang muat di saku, atau catatan di smartphone melalui aplikasi tertentu. Terkadang ketika mengerjakan proyek tertentu, ide bisa datang kapan saja tanpa kita duga, bahkan saat kita melakukan aktivitas lain.

Manfaatkan catatan kecilmu untuk menampung ide sementara, sebelum kamu rangkai menjadi bagian dari naskahmu nantinya. Terkadang saat menulis naskah fiksi, ide tentang percakapan antar tokoh bisa saja tiba-tiba muncul. Kamu bisa mencatat ide-ide yang datang kapan saja ini agar tidak lupa untuk kamu tulis nantinya. Cara ini akan sangat membantu mengantisipasi masalah kehabisan ide saat menulis.

2) buat outline yang jelas

Sebelum memulai suatu karya atau proyek, ada baiknya membuat outline atau kerangka tulisan terlebih dahulu. Buatlah kerangka ini sejelas mungkin, tuliskan seluruh detail atau poin-poin yang ingin kamu bahas nantinya agar tidak ada yang terlewatkan. Membuat outline calon naskahmu ini tidak hanya sebagai salah satu langkah antisipasi saat kehabisan ide, tapi juga sebagai panduan saat menulis. Adanya sebuah outline akan memberikan batasan-batasan yang jelas tentang apa saja yang akan dibahas dalam tulisanmu nantinya dan menghindari bahasan yang melebar atau terlalu luas dari inti tulisan.

3) persiapkan segalanya

Trik lainnya untuk mengantisipasi kehabisan ide saat menulis yaitu dengan mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin akan kamu butuhkan saat menulis. Selain membuat outline sebagai landasan untuk memulai naskah, mempersiapkan hal-hal pendukung lainnya juga tak kalah penting. Dekatkan buku-buku sumber atau bacaan yang berkaitan dengan apa yang kamu tulis.

Jika kamu perlu menggunakan sumber dari media online, tidak ada salahnya juga untuk mencari materi-materi yang diperlukan sebelum mulai menulis. Cara ini bisa kamu lakukan juga sembari menyusun kerangka tulisan tadi. Selain menyingkat waktu agar kamu tidak perlu bersusah payah mencari-cari nantinya, cara ini juga bertujuan agar sumber idemu selalu ada setiap saat dan dekat dengan jangkauan.

4) membaca dan terus membaca

Menulis dan membaca memanglah dua hal yang sepertinya sangat mustahil untuk dipisahkan. Saat menulis cerita fiksi yang sebagian besar berasal dari imajinasi kita pun, terkadang kita perlu untuk mencari informasi terkait tentang peristiwa-peristiwa yang ingin kita sajikan di dalam cerita, atau sekedar untuk mencari tambahan inspirasi. Terlebih lagi saat menulis sebuah proyek berbau ilmiah, pastinya membutuhkan membaca sumber-sumber terkait untuk mendukung gagasan kita.

Membaca informasi yang relevan dengan apa yang sedang kita tulis bisa membantu untuk mengantisipasi kemungkinan kebuntuan saat menulis, karena kamu akan lebih “siap tempur” dengan cara ini. Ide mulai ngadat? Ambil bukumu atau cari informasi di internet dan mulailah membaca. Bingung apa lagi yang harus kamu tulis? Baca. Selain itu, membaca di sela-sela kegiatan menulismu juga menghindarkan diri dari rasa bosan yang bisa datang di waktu-waktu yang sama random-nya seperti halnya dengan kehabisan ide.

5) peta konsep jika perlu

Terkadang membuat outline yang berisi detail dan poin-poin yang akan kamu sampaikan melalui tulisanmu masih terasa tidak cukup untuk mempersiapkan dasar naskah. Jika memang harus mempersiapkan peta konsep, kenapa tidak? Memvisualisasikan ide-ide di pikiranmu saat sedang fresh sebelum kamu mulai menulis akan lebih membantu dalam merekam konsep naskahmu nantinya.

Buat bagan-bagan urutan peristiwa atau rangkaian ide yang akan kamu tulis sehingga ide keseluruhan naskah terlihat lebih jelas. Bahkan jika perlu, kamu juga bisa menyertakan moodboard dalam peta konsepmu, terutama jika sedang menulis naskah fiksi. Membuat kolase gambar-gambar yang berkaitan dengan peristiwa dalam cerita atau warna-warna yang mewakilkan mood ceritamu bisa menjadi cara efektif untuk membantu menjaga idmu tetap segar.

6) manfaatkan media audio-visual

Jangan remehkan kekuatan media audio-visual sebagai pendukung saat membangun ide tulisanmu. Media seperti film, music video atau video lain yang berkaitan dengan tulisanmu, atau bahkan game simulasi tertentu yang sangat mudah kita temukan saat ini bisa menjadi penolong saat idemu mulai menipis. Hanya berbekal koneksi internet dan smartphone atau laptop-mu, kamu bisa langsung mencari media audio-visual yang kamu butuhkan.

Saat kamu menulis sebuah artikel atau karya ilmiah, kamu bisa mencari film dokumenter, atau video-video pendek yang mengulas hal yang sama dengan apa yang kamu bahas dalam tulisanmu. Kamu bisa melakukan ini disamping membaca buku-buku sumber untuk mencari suasana baru, dan tidak hanya dihadapkan dengan lembaran demi lembaran berisi kata-kata yang bisa membuatmu jenuh. Selain itu kamu bisa mendapatkan informasi lebih cepat karena biasanya video semacam ini menyajikan inforasi secara to the point sekaligus menyediakan contoh kasus yang ada.

Sama halnya saat sedang menulis naskah fiksi. Siapa bilang menonton film tidak bermanfaat bagi tulisanmu? Film yang memiliki genre atau tema yang sama dengan ceritamu justru bisa menjadi sumber inspirasi atau ide bagi naskah yang kamu tulis, lho. Begitu juga dengan game simulasi atau interaktif, seperti permainan bertema aksi atau peperangan misalnya, yang bisa membantumu mendapatkan gambaran visual tentang setting yang ingin kamu gambarkan atau tindakan yang harus dilakukan tokoh ceritamu.

7) miliki mindset yang terbuka

Menjaga pikiran agar tetap terbuka saat menulis penting dilakukan oleh setiap penulis agar mudah menerima ide-ide baru yang bisa saja datang dari pendapat atau saran orang lain. Jangan ragu untuk bertanya soal pendapat, jangan minder karena kritikan, dan pilah-pilah komentar orang tentang tulisanmu. Mengetahui sudut pandang yang berbeda mengenai topik yang sama dengan apa yang kamu tulis akan bisa membantumu untuk mengumpulkan ide dan mengantisipasi kebuntuan.

Menulis merupakan kegiatan menyusun dan merangkai kata menjadi naskah yang sesuai berdasarkan ide-ide yang ada dan yang kita dapat dari sumber-sumber yang ada. Salah satu harapan kita sebagai penulis yaitu inspirasi yang selalu ada dan ide yang tak pernah terputus. Tapi kita hanya bisa berharap, dan terkadang masih mengalami kebuntuan meski sudah mempersiapkan berbagai segala sesuatunya. Yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah mengatasi dan mengantisipasi untuk meminimalisir dampak saat kehabisan ide saat itu terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2022 JagoArtikel.com | All rights reserved.