Penyebab Utama Artikel Tidak Terindex Oleh Google

Sering menulis artikel, namun jarang sekali muncul di Google. Pernahkah kamu mengalami hal tersebut? Tentu saja kamu akan merasa sangat rugi, mengingat hampir seluruh manusia di bumi menggunakan Google sebagai mesin pencarian informasi paling besar di bumi. Bahkan Yahoo dan Bing saja hanya memiliki pangsa pasar yang tidak mencapai 2% dari seluruh populasi di bumi.

Keadaan di mana website tidak masuk ke dalam sistem Index Google sehingga website atau artikel tidak muncul di mesin pencarian Google lebih familiar dengan Deindex Google. Walaupun kamu sudah mengetik keyword yang berhubungan dengan artikelmu berkali – kali, tetap saja akan sulit untuk ditemukan karena tidak masuk ke dalam sistem index Google.

Apa Saja Penyebab Yang Membuat Artikel Tidak Muncul Di Google ?

Google sebagai penyedia informasi terbesar di dunia sudah memiliki aturan tersendiri tentang website atau artikel seperti apa yang layak masuk ke dalam sistem Index Google. Oleh karena itu, kamu harus selalu berhati – hati dalam membuat artikel yang akan di publish di website. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi sehingga menyebabkan deindex Google.

  1. Artikel mengandung plagiarisme

Sudah menjadi rahasia umum jika Google sangat anti terhadap konten plagiasi atau jiplakan. Jenis plagiasi yang paling sering terjadi adalah menjiplak artikel dari website lain, lalu di publish di website sendiri. Istilah kerennya yaitu copy paste. Jika kamu melakukan hal ini, Google bisa dengan mudah mengidentifikasi artikel curian ini dengan mudah dan akan langsung masuk blacklist.

Perilaku ini harus kamu jauhi sejak awal kamu membuat sebuah website. Jika masih terulang, hal ini akan menjadi kebiasaan buruk dan membuat websitemu mendapat respon negatif dari Google.

  1. Jumlah kata di dalam artikel terlalu sedikit

Perlu kamu ketahui, penggunaan jumlah kata yang terlalu sedikit bisa membuat artikel sulit muncul di pencarian Google. Di dalam sistemnya, Google akan melihat  artikel dengan jumlah kata yang sedikit merupakan artikel yang tidak layak dimunculkan karena kualitasnya yang rendah.

Nah untuk mengatasi hal tersebut, kamu harus membuat artikel dengan jumlah kata yang sesuai. Ada berbagai macam pendapat tentang jumlah kata minimal yang disukai Google, namun tidak ada standar pastinya. Namun paling tidak, artikel yang kamu buat harus mengandung paling sedikit 600 kata. Selain itu kamu juga bisa menambahkan foto, video, bahkan infografis di dalam artikel tersebut sehingga kualitas artikel akan semakin meningkat.

  1. Keyword yang tidak wajar

Penggunaan keyword dalam suatu artikel memang bisa membantu artikel lebih mudah untuk ditemukan di mesin pencarian Google. Namun jika keyword yang digunakan sudah tidak wajar alias berlebihan, sudah pasti akan mendapat respon yang tidak baik oleh Google dan bisa terkena deindex Google.

Untuk mensiasati hal ini, kamu harus bisa mencari kata kunci atau keyword yang bervariatif. Jika kesulitan, kamu bisa menggunakan bantuan LSI Keyword atau Latent Semantic indexing Keyword.  LSI Keyword ini adalah sebuah tools yang bisa kamu gunakan untuk menemukan variasi keyword di dalam satu topik artikel.

  1. Backlink yang jelek

Salah satu strategi yang bisa membuat artikel mudah ditemukan di Google adalah dengan memiliki backlink yang bagus. Pasalnya backlink adalah salah satu komponen penting dalam SEO. Oleh karena itu kamu harus bisa membangun backlink yang berkualitas.

Dalam membangun backlink yang bagus, kamu harus memperhatikan website yang akan digunakan, mulai dari kualitas website hingga kualitas konten di dalamnya. Untuk mengetahui apakah website yang digunakan sebagai backlink memberikan efek negatif pada artikelmu, kamu bisa menggunakan Google Search Console.

  1. Pengalihan artikel ke situs lain

Ketika kamu ingin masuk ke sebuah artikel, namun malah dialihkan ke situs lain yang belum pernah kamu temui, itu disebut dengan Cloaking. Hal ini sering kali terjadi dalam pencarian informasi. Biasanya kamu akan dialihkan ke situs pornografi, situs judi, hingga iklan game.

Pengalihan alamat artikel ke situs lain ini biasanya terjadi karena orang yang tidak bertanggung jawab seperti hacker. Hal ini dilakukan supaya situs yang dimiliki hacker memiliki traffic yang tinggi, tanpa repot – repot melakukan SEO atau hal lainnya untuk menaikkan kunjungan.

  1. Adanya malware di website

Masih seperti cloaking, Google juga bisa mengindentifikasi apakah sebuah website mangandung sebuah malware yang berbahaya jika diakses. Adanya malware di dalam artikel atau website merupakan serangan hacker.

Ketika pengunjung mencoba mengakses website tersebut, Google akan memberikan peringatan kepada pengunjung untuk tidak melanjutkan penelusuran ke alamat tersebut demi keamanan.

  1. Berubahnya algoritma Google

Perkembangan teknologi juga sudah pasti dibarengi dengan perkembangan sistem, termasuk Google. Dalam algoritma Google, setiap tahunnya pasti berkembang dan berubah. Jika kamu masih melanggarnya, maka artikelmu semakin sulit untuk muncul di pencarian Google.

Misalnya saja, pengaturan tentang keyword artikel 5 tahun yang lalu, sudah tidak berlaku lagi di tahun ini. Oleh karena itu, kamu harus selalu up to date terhadap perkembangan SEO dari waktu ke waktu.

  1. Server down

Penyebab lain kenapa artikel tidak muncul di pencarian Google adalah server website yang down. Hal ini akan berimbas pada alamat website menjadi hilang dari data index Google sehingga artikel akan sulit untuk di temukan. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan layanan hosting yang memiliki performa bagus.

Sekian pembahasan tentang penyebab utama artikel tidak bisa diindex Google. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About Us

JagoArtikel.com jasa penulis artikel SEO, jasa penulis review, rewrite artikel, Press release, Sales latter, jasa penulisan konten web, jasa posting blog, jasa penerjemah.

© 2021 JagoArtikel.com. All rights reserved